Selasa, 23 Desember 2014

NADIR

Posted by SONRISA at 07.39 0 comments
        Terbunuh sepinya malam terbangun oleh penatnya pagi
selalu merasa sendiri, di titik nadir.
Entah dimana kusimpan kenangan yang mendatangkan senyum
karena yang tersisa hanya bagian nadir.
Masih ada kalian, kalian yang membelai, kalian yang menusuk
beberapa dari kalian, bersamaku, membawaku ke bab yang nadir.
Kalian tidak pernah benar-benar membelai, tidak pernah
kalian membelai hanya untuk menemukan celah nadirku.


       Aku merindukan kalian, bukan kalian, tapi kalian....
dan aku merindukan diriku sendiri, yang kini telah hanyur oleh nadir,

Kalian..
dimana ?
apakah di titik nadir bersamaku ?
atau diantara Nadirku dan Zenith ?
entahlah

       Dengan nanar, aku masih bisa mendengar suara Tuhan
Suatu saat aku akan terbangun dengan pagi yang melebihi zenith, 
pagi yang sangat jauh dari nadir, 
pagi yang terang jauh dari tempat yang disebut dunia bahkan ketika itu datang aku akan menetaskan airmata karena takjub akan keindahan pagi itu..
pagi dimana bukan ayah atau ibu atau kalian yang disampingku, melainkan Tuhan..
pagi dimana aku akan lupa segala titik nadir yang pernah kukecap
pagi dimana semua telah selesai, dan harus dimulai lagi
pagi dimana aku menghembuskan nafas terakhirku..
pagi itu..aku mati.


LP


Zenith adalah titik di angkasa yang berada persis di atas pengamat. Posisi zenith di angkasa tergantung pada arah gaya gravitasi bumi di tempat pengamat berada. Jarak angular antara zenith ke celestial body disebut jarak zenith. 
Nadir adalah lawan dari zenith, yaitu suatu titik di angkasa yang berada persis di bawah pengamat.

Sabtu, 22 November 2014

Senyum

Posted by SONRISA at 11.46 0 comments
01.42

      Beberapa jam di setiap malam aku berusaha memejamkan mata berharap segera terlelap melupakan semuanya mati untuk sesaat. Alam bawah sadar itu terasa sangat jauh seperti rumah Tuhan..yang kita anggap sangat jauh, bahkan ketika hampir sampai. Berbulan-bulan memikirkan “kematian”, apa ini bentuk keputusasaan ? apa ini salah satu ujian ? atau aku sedang melupakan Tuhan ?
     Setiap manusia diciptakan bersamaan dengan berkat, jodoh, rejeki, cobaan dan permasalahan hidup. Lalu bagaimana dengan manusia yang menganggap bahwa ia hanya diberikan ribuan cobaan tanpa adanya jalan keluar ?
     Aku sadar  kesedihan, kecemasan, kekawatiran dan air mata setiap malam, aku sendiri yang menciptakannya aku sendiri yang memilihnya. Meski terkadang manusia tidak menyadari bahwa ia telah mempersulit hidupnya sendiri, ia telah menyia-nyiakan sisa nafasnya yang entah berapa detik lagi bisa saja berhenti begitu saja, bahwa ia melupakan masih ada Tuhan yang akan mengangkat kita dari segala penderitaan.
      Memiliki umur panjang mungkin hampir menjadi harapan setiap manusia, dan aku hampir tidak mengharapkannya lagi. Merasa tidak berguna, merasa tidak dihargai lagi, merasa sendiri tanpa orang yang berjalan disampingku, merasa kosong. Apa bedanya dengan mati ?
       Sekali lagi, bukan karna siapapun..aku sendiri yang memilihnya, dan aku tidak pernah menyesal. Karenanya aku menjadi lebih dan lebih dewasa, aku menjadi pribadi yang kuat sampai penyakit hinggap ditubuhku dan menggerogoti..aku tetap bertahan, karena kamu dan berkat dari Tuhan.
       Kamu yang aku sayang yang aku cinta sepenuh hati, yang aku jaga sekuat jiwa dan ragaku, yang selalu aku lakukan apapun untuk kebahagiaanmu..terimakasih. Aku masih ingin menjadi teman dalam suka dan dukamu, meski terkadang aku menjadi sebab dari airmatamu. Aku masih ingin menemanimu dalam setiap hembus nafasmu meski aku harus merasakan sesak yang teramat. Terimkasih telah menopang hidupku didalam setiap keterpurukanku. 
       Aku ingin bersamamu selamanya, apakah mungkin ?  karena aku merasa memiliki semuanya saat bersamamu. Mungkin aku sudah gila kita sudah gila dan kita tidak ingin tersadar dari semua kegilaan ini. Aku mencintaimu bahkan belum pernah sedalam ini sebelumnya. Kamu bisa menjadi apapun, siapapun, dimanapun kapanpun pelengkap hidupku.
       Maafkan aku karena sering menahanmu ketika kamu sudah bisa melakukan yang seharusnya kita lakukan dari dulu. Maafkan aku karena sering memintamu pergi meski aku juga tidak akan pernah bisa jauh. Maafkan aku karena kedua hal itu belum bisa aku pilih atau tidak akan pernah bisa. Aku tidak tau. Aku hanya ingin selalu berusaha, berusaha agar kita akan selalu bahagia meski nantinya kita tidak akan bersama.
      Setiap malam menjadi sangat mengerikan ketika kamu mengakhiri percakapan dengan sebuah kemarahan, ketersinggungan dan bentakan. Aku rindu kamu yang dulu. Yang tidak pernah memejamkan mata sebelum aku terlelap. Kamu selalu meninggalkan aku dalam malam yang terasa hampa. Aku tidak ingin sedetikpun berpisah darimu, sungguh. Entah mengapa.
     Seringkali aku menggerutu dalam doa “kenapa engkau berikan cobaan semacam ini ya Tuhan, ini terlalu berat, aku tidak kuat”
Aku ingin mati.

Aku menyayangimu..kamu harus bahagia, meski tanpa aku :)
Semoga Tuhan mendengar doaku.


Amin
 

SONRISA Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting