*tarik napas dalam-dalam*
2tahun 8bulan bukanlah waktu yang singkat , tahun-tahun paling berharga dan tak terlupakan. Bertumbuh bersama dalam peralihan emosi yang sangat rumit, dimana setiap harinya kita harus mengadu ego masing-masing untuk menemukan jawaban. Namun pertanyaan itu tak juga menemukan jawabannya.
Hampir 7hari dalam 1minggu, kita selalu bertemu..untuk tertawa bersama, menghabiskan waktu, bertukar pikiran mengucapkan kata-kata manis atau hanya sekedar untuk meributkan hal-hal kecil yang berujung tangisan atau aku hanya bisa melihat punggung berlalu menjauh tanpa kata.
Sudah puluhan, ratusan atau mungkin ribuan kesalahan pernah aku lakukan , ribuan maaf juga kau berikan dengan cuma-cuma. Meski aku tau sangat sulit untukmu menata lagi puing-puing kepercayaan yang sudah aku porak-poranda kan setiap kesalahan yang sama terulang lagi. Entah kenapa setiap kemarahanmu, tak pernah membuatku jera.
Aku mencintaimu, aku menyayangimu aku selalu menangis ketika aku merasa akan kehilangan dirimu. Tapi kenapa aku selalu menikmati setiap kesalahanku dan seakan-akan lupa akan hal itu ? Khilaf ..ah apalah arttinya khilaf kalau aku melakukannya dalam keadaan sadar dan aku sendiri yang memutuskan untuk melakukannya.
Aku mencintaimu, aku menyayangimu aku selalu gelisah ketika aku tau kamu sedang dalam masalah. Aku mampu merasakan apa yang kamu rasakan, aku selalu berusaha menjadi angin segar dalam kepenatanmu..meski tak jarang sumber kepenatanmu adalah aku.
Aku mencintaimu, aku menyayangimu aku percaya setiap kata yang kamu ucapkan , aku tak pernah peduli apa yang orang katakan tentangmu aku juga yakin kau mencintaiku kau menyayangiku lebih dari yang aku tau.
Aku mencintaimu, aku menyayangimu sampai kapanpun !
1bulan ini..entah karena apa , karena siapa , atau bagaimana ceritanya perasaanku berontak !
susah sekali untuk berlaku manis kepadamu, perhatianku mulai meredup.
Aku kenapa ? perasaanku kenapa ? pikiranku kenapa ? aku bingung..
Bahkan tak satupun kesalahan berarti, yang kamu lakukan tapi kenapa aku ingin sekali menghukummu dengan sikapku yang seperti ini ?
"Untuk apa kita menjalin hubungan , kalau kita tau kita tidak akan pernah bersatu?"
entahlah , siapa yang bisa menjawabnya , atau mungkin memang tidak perlu dijawab.
tidak akan pernah ada yang tau pasti tentang masa depan ,kecuali Dia yang telah mengatur semuanya untuk kita.
Aku tidak yakin untuk meninggalkanmu saat ini, atau kapanpun.
Namun satu keyakinanku..cepat atau lambat kita harus mengakhiri semua ini.
Love you my Fachrurozi :)






2 comments:
sabar, semua itu pasti ada hikmahnya kog sayang :)
hehe makasi yak mbak :*
Posting Komentar